
Blitar, Foralis- Kondisi berbeda kembali terjadi di Lapangan Anharul Ulum Kademangan Blitar. YPKHD Anharul Ulum kedua kalinya mengadakan manasik haji. Terhitung ratusan peserta manasik dari santri dan guru Yayasan Pesantren KH Mohammad Dawami Nurhadi mengikuti Manasik Haji.
Kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan Dzulhijah sebagai upaya implementasi pembelajaran pelaksanaan rukun iman yang kelima. (20/6/24)
Kegiatan praktik manasik haji berlangsung selama dua hari, meliputi pembekalan sekaligus gladi bersih di hari pertama dipandu langsung oleh guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SMP dan SMK Islam Anharul Ulum mengenai tata cara rukun umrah dan haji. (19/06/24)

Prosesi manasik haji dilangsungkan pada hari Kamis (20/6/2024) mulai pukul 08:00 WIB hingga pukul 12:00 WIB. Peserta manasik terbagi menjadi dua sesi, kloter 1 hingga 11 ditempati santri putri di sesi 1 berlanjut sesi 2 kloter 12-21 santri putra, dengan sebagain santri menjadi koordinator bagi masing-masing kelompok.
Nampak mengenakan pakaian berwarna putih serta pakaian ihram bagi pendampingnya para peserta berdedai-dedai mendatangi lokasi manasik haji untuk melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabid, melontar jumrah, tawaf, sa’i dan tahalul.

Sebagaimana manasik haji tahun kemarin, Abu Saeri, pengawas dari Kemenag Kabupaten Blitar ikut serta hadir dalam kegiatan ini. Ucapan bangga, pengarahan teknis, dan motivasi dilontarkan kepada para santri Anharul Ulum.
Luki Andrian, selalu ketua panitia manasik haji menjelaskan bahwa tujuan diadakannya manasik adalah untuk membangun pengalaman praktik lapangan dalam prosesi pelaksanaan ibadah haji.
“Tujuan manasik yang pertama memberikan pengalaman praktik lapangan dalam pelaksanaan ibadah haji untuk mempertebal rasa keimanan para santri,” terang Luki Andrian ketika ditemui tim foralis.
Manfaat manasik sudah dirasakan para santri Anharul Ulum.
“Saya masih pertama ini mengikuti Manasik haji. Banyak yang saya ketahui seperti sejarah kenapa ada sa’i di antara bukit Sofa dan Marwa. Kemudian saya juga tahu doa’a yang dibaca setiap rangkaian kegiatannya,” ujar Nazila santri putri Anharul Ulum.
“Manasik haji tahun ini lebih meriah dan kompak. Saya sempat haru ketika mengucap Tarbiyah saat mengelilingi Ka’bah. Terik matahari tidak mengurangi rasa semangat kami ” tambah Khoir salah satu santri putri Anharul Ulum.

Pelaksanaan manasik haji ini diharapkan mampu memberikan pendidikan keislaman serta dapat memberi motivasi bagi santri untuk berniat melaksanakan ibadah haji di baitullah.
(knm/bas)


fotografi: Ismail Nur Khasan (Tim media SMK)





