0821-3242-5868

Dirikan CV, Implementasi Nyata SMK Islam Anharul Ulum Blitar sebagai Model Sekolah Santripreneur

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp

SMK Islam Anharul Ulum Blitar mendirikan CV Masa Depan Gemilang sebagai implementasi nyata wadah wirausaha bagi santri, alumni, wali santri, maupun pihak internal sekolah/yayasan.

CV yang baru dibentuk pada September 2020 ini, merupakan model Pesantren Berkreasi yang fokus pada pengembangan unit industri yang telah ada dan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pondok.

“Pesantren Berkreasi merupakan program pengembangan sekolah di bawah naungan yayasan dengan membuat CV Masa Depan Gemilang sebagai wadah dalam mewujudkan wirausaha,” kata Kepala SMK Islam Anharul Ulum Onten Hadi Riyanto SPd.

Dengan CV ini, Hadi mengatakan, para santri, alumni, wali santri, maupun pihak internal sekolah/yayasan diajak bersama-sama berkembang dengan program studi banding industri. Baik berupa barang maupun jasa serta pendampingan hingga pendistribusian produk atau jasa.

“Kontribusi nyata SMK Islam Anharul dalam mewujudkan ekonomi berbasis syariah adalah dalam berwirausaha dengan mengutama prinsip-prinsip yang didasarkan pada kaidah agama dan prinsip dasar ekonomi syariah,” kata Hadi.

Menurut Hadi, CV Masa Depan Gemilang menggunakan sumber daya sebagai amanah sehingga pemanfaatannya harus bisa dipertanggungjawabkan. Meski demikian, kepemilikan pribadi tetap diakui namun dalam batas tertentu. Pasalnya, bekerja merupakan penggerak utama kegiatan syariah.

“Kepemilikikan CV untuk semua umat dan disalurkan untuk kepentingan umat agar tercapai tujuan ekonomi syariah antara lain kesejahteraan ekonomi dalam kerangka norma moral Islam dan persaudaraan dan keadilan universal. Selainitu, distribusi dividen yang adil dan merata serta memperhatikan kebebasan individu dalam konteks kemaslahatan sosial,” jelas dia.

Hadi mengungkapkan, saat ini produk unggulan yang dikembangkan CV Masa Depan Gemilang yakni pengolahan buah nanas. Buah ini merupakan sumber daya lokal yang melimpah karena menjadi komoditas utama di wilayah Blitar.

Buah nanas, lanjut dia, diolah menjadi dodol nanas, minuman sari nanas, sirup nanas, dan keripik nanas. Juga beberapa produk pelengkap seperti cookies waluh, keripik nangka, keripik salak, dan berbagai macam olahan keripik buah lainnya.

“Dengan adanya program unggulan santripreneur yang kemudian diwadahi CV diharapkan dampak kedepannya dapat dirasakan lebih luas.  Selain itu, memiliki kebermanfaatan maksimal untuk para santri  dalam mengembangkan potensi bakat, minat, dan wirausaha,” kata Hadi.

Hadi menjelaskan, santripreneur SMK Islam Anharul Ulum merupakan program pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di lingkungan pondok pesantren. Ini menjadi potensi bagi penumbuhan wirausaha baru dan sektor IKM di lingkungan pondok yang diharapkan dapat mewujudkan dan berkontribusi terhadap ekonomi berbasis syariah.

“Pondasi bagi para santri dalam berwirausaha itu ada tiga, yaitu tauhid, syariah, dan akhlak,” terang dia.

Hadi menjelaskan, tauhid adalah suatu konsep tentang keesaan Allah, yaitu konsep dalam akidah Islam yang berarti Allah adalah satu. Jadi ketika melakukan kegiatan wirausaha diniatkan hanya untuk beribadah kepada Allah.

Sedangkan syariah dalam wirausaha, ujar Hadi, yakni seorang wirausahawan haruslah mengetahui syariah, atau hukum-hukum yang terkait dengan fikih muamalat. Fikih ini membahas tentang bagaimana model-model transaksi yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan.

Hadi melanjutkan, akhlak adalah sifat yang sangat tampak di permukaan. Akhlak merupakan jamak dari kata khuluk, yang berarti perangai, tingkah laku dan juga tabiat. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan santripreneur yang tak hanya menyerap tenaga kerja, namun juga siap menghadapi era revolusi industri 4.0.

“Upaya-upaya yang dilakukan SMK Islam Anharul Ulum dalam rangka mempersiapkan santri-santrinya menjadi seorang santriprenuer, yaitu memasukkan mata pelajaran kewirausahaan dalam kurikulum pesantren,” kata Hadi.

Upaya lainnya, menciptakan kegiatan ekstra kurikuler kewirausahaan sebagai media belajar para santri, membuat kompetisi ajang kreativitas wirausaha melalui Program Santri Wirausaha (PSW) One Pesantren One Product.

PSW merupakan suatu  program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren  melalui pemberdayaan santri, pesantren, dan masyarakat sekitar pesantren.

Dia mengatakan, memaksimalkan peranan dan memperkuat pilar-pilar santripreneur yakni pilar santripreneur, dimana aktornya adalah santri. Pilar pesantrenpreneur dimana aktornya adalah CV pondok pesantren, dan pilar sosiopreneur, dimana aktornya adalah alumni pondok pesantren.

SMK Islam Anharul  Ulum yang berlokasi di Jalan Pondok No 17, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, merupakan sekolah terpadu berbasis pondok pesantren di bawah naungan Yayasan KH Mohamad Dawami Nurhadi.

Sekolah menengah kejuruan ini memiliki beberapa jurusan antara lain Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Farmasi Klinis dan Komunitas, serta Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO).

“Mengusung visi misi menghasilkan SDM Islami yang berwawasan Imtaq dan Iptek nasionalisme, berjiwa wirausaha mandiri dengan jargon mewujudkan santripreneur sejati,” papar Kepala SMK Islam Anharul  Ulum Blitar ini. (dhn*)