0821-3242-5868

In House Training Pembuatan Soal HOTS untuk Meningkatkan Soft Skill Kecakapan Abad 21

Bagikan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp

Kademanga-Salah satu hakikat manusia adalah belajar sepanjang hayat. Setiap insan selalu membutuhkan proses belajar di dalam hidup. Proses belajar juga akan terhenti ketika proses kehidupan itu sendiri telah berhenti. Dalam bukunya, Mahathir (2002) pernah memberikan pernyataan bahwa Bapak, Ibu, Guru-guru, masyarakat dan negara harus menghadapi cabaran bagaimana mendidik para remaja.

Workshop yang diadakan pada hari Selasa, 27 Oktober 2020 di Kantor SMK Islam Anharul Ulum dimulai pada pukul 09.00 WIB dan selesai pada pukul 14.00 WIB. Dalam workshop kali ini judul yang diangkat adalah “Pembuatan Soal HOTS untuk Meningkatkan Soft Skill Kecakapan Abad 21” yang diikuti oleh Bapak dan Ibu guru SMK Islam Anharul Ulum. Pemateri dalam acara ini adalah salah satu guru dari SMK Islam Anharul Ulum yaitu Ibu Devita  Yuliana, S.Pd.

Di awali dari sambutan oleh Bapak Onten Hadi Riyanto, S.Pd. dalam sambutannya ia menyampaikan beberapa harapan, “dalam acara workshop kali ini diharapkan agar Bapak/Ibu Guru dapat membuat soal sesuai dengan materi yang diajarkan atau disampaikan kepada peserta didik. Jangan sampai soal yang akan diajukan kepada peserta didik itu tidak sesuai dengan materi yang sudah pernah diajarkan atau disampaikan kepada peserta didik”.

Setalah acara penyambutan dilanjutkan dengan acara inti, yaitu penyampaian materi oleh Ibu Devita Yuliana, S.Pd. Dalam pembukaanya ia tidak langsung menyampaikan materi, melainkan menceritakan pengalaman selama mengajarnya. Setelah itu, dilanjutkan membahas pengertian dari soal HOTS (Higher Order Thinking). HOTS (Higher Order Thinking) adalah kemampuan berpikir tingkat yang lebih tinggi.

Dalam pembuatan soal Guru diarahkan untuk membuat soal yang sesuai dengan kemampuan peserta didik-peserta didiknya. Guru dianjurkan untuk menyediakan berbagai data sebagai stimulus peserta didik “ Pembuatan soal harus ada dimensi proses berpikir melalui tiga tingkatan yaitu, LOTS (Mengetahui,Mengingat), MOTS (Mengaplikasi), HOTS (Mengevalusi, Menganalisis)”, ujar Bu Devita dalam workshop hari ini. Pada kesempatan hari ini juga dipaparkan beberapa soal HOTS oleh pemateri guna sebagai gambaran kepada Bapak/Ibu guru. Hal tersebut, diharapkan sebagai gambaran untuk pembuatan soal HOTS.

Materi selanjutnya yang disampaikan adalah tentang kisi-kisi. Kisi-kisi yang dibuat Bapak/Ibu guru harus sesuai dengan materi yang pernah diajarkan kepada peserta didik, sehingga memudahkan pindidik dalam belajar menjelang ujian. “Membuat kisi-kisi dulu lalu soal, jangan samapi terbalik lo ya” canda beliau ditengah-tengah menyampaikan materi. Beliau menyinggung tentang isi kisi-kisi yang harus berisi tentang Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Materi, Indikator, Level Kognitif, Bentuk Soal, Nomor Soal.  Selain itu, dibahas cara penulisan soal yang meliputi pilihan ganda dan uraian. Dalam pembuatan soal haru berpatokan pada kaidah materi, kaidah konstruksi. Setiap kaidah-kaidah tersebut dibahas secara jelas dan terperinci.

Sesi terakhir dalam workshop kali ini yaitu sesi tanya jawab yang terdiri atas dua termin, setiap termin terdiri atas tiga penanya. Penanya tersebut terdiri dari Bapak/Ibu guru yang menanyakan tentang format pembuatan soal yang akan dipakai di SMK Islam Anharul Ulum, pertanyaan tersebut langsung ditanggapi oleh Bu Devita selaku pemateri. “semoga apa yang saya sampaikan saat ini memberikan manfaat serta pandangan Bapak/Ibu guru dalam proses pembuatan soal. Serta tanggapan saya dalam acara workshop kali ini adalah para peserta sangat antusias, terutama Bapak/Ibu yang bari bergabung di SMK Islam Anharul Ulum ini, apalagi Bapak/ibu yang sebelumnya belum pernah sama sekali membuat soal, mereka menjadi punya pandangan dan patokan saat proses pembuatan soal” ungkap Bu Devita saat ditemui di akhir acara. Selama workshop tersebut berlangsung acara berjalan secara kondusif dan lancar. Acara tersebut diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Luki Andrian, M.Pd.