
Sekolah Menengah Kejuruan Islam (SMKI) Anharul Ulum di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, me-launching program SMK mini dan pelatihan produksi olahan nanas, Sabtu (22/2/2020), di halaman sekolah. Acara tersebut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten/Kota Blitar Trisilo Budi Prasetyo, Ketua MKKS SMK Swasta Kabupaten Blitar Sukoco Utomo, pengasuh pondok pesantren KH M. Dawami Nurhadi, Muspika Kecamatan Kademangan, dewan guru, masyarakat dan santri SMKI Anharul Ulum.
SMK mini merupakan salah satu solusi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan meningkatkan skiil para siswa, santri, alumni dan masyarakat sehingga mampu membuka lapangan kerja di lingkungan pondok pesantren yang disesuaikan dengan potensi kebutuhan lokal. Kepala Sekolah SMKI Anharul Ulum Arifatul Fitriyah menyampaikan pada tahun ini program SMK mini di SMKI Anharul Ulum terfokus pada pelatihan produksi buah nanas menjadi sari nanas, dodol nanas dan keripik nanas. βKami mengembangkan nanas, karena nanas merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Blitar,β ungkap Ariftatul.
Selain santri dan alumni, pelatihan produksi olahan nanas yang dilaksanakan SMKI Anharul Ulum juga melibatkan masyarakat. Menurut Arifatul, selain mempersipkan calon wirausahawa dari kalangan santri, program ini juga bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar. Diharapkan ke depannya sinergitas pelaksanaan program ini dengan melibatkan masyarakat bisa berkelanjutan. βTotal ada 200 peserta untuk tahun ini. Rinciannya, 150 dari alumni dan santri, sementara sisanya yang 50 dari masyarakat. Harapanya, untuk siswa, mereka bisa terampil. Agar setelah lulus, bisa berwirausaha atau berproduksi di tempat lain. Sementara untuk masyarakat, kami ada kerja sama. Keberadaan pondok ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,β ungkapnya.
Pelatihan produksi olahan nanas yang dilaksanakan SMKI Anharul Ulum melibatkan para profesional yang kompeten di bidangnya. Di antaranya Arif Zamroni (ketua Asosiasi Petani Kakao Indonesia), Abdul Azis (pegiat UMKM), Anis Rachmawati (owner Anisa Jaya), Muchlis dan Arifin (owner Mekar Sari). Sementara terkait pemasaran produk, SMKI Anharul Ulum telah membuka akses pasar. Di antaranya kerja sama dengan pusat oleh-oleh. Akses pasar juga dibuka salah satunya dengan aktif mengikuti berbagai pameran. βKami ucapkan terima kasih kepada Pemprov Jatim. Dengan adanya program SMK mini, bisa memberikan ilmu baru serta memberikan nilai manfaat kepada masyarakat melalui peningkatan ekonomi. Dan tak kalah penting, program ini menanamkan jiwa kewirausahaan di kalangan para santri,β tandasnya.
Sementara itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten/Kota Blitar Trisilo Budi Prasetyo dalam kesempatan ini menyampaikan, program SMK mini merupakan program kebanggaan Jawa Timur. Dari program ini, diharapkan para santri dapat mendapatkan keterampilan dan mengurangi pengangguran di Kabupaten Blitar. βProgram SMK mini ini bisa melibatkan masyarakat sekitar. Harapan kami, ide-ide dari sekolah ini bisa diimbaskan ke masyarakat. Misal lewat PKK, RT, sehingga masyarakat sekitar ini bisa menjual produk dari SMK tersebut,β paparnya.
Lebih dalam di kesempatan ini, Trisilo mendukung penuh program produksi olahan nanas yang diusung SMKI Anharul Ulum. Namun, dirinya berpesan kepada pihak sekolah untuk merawat dengan baik peralatan bantuan yang diberikan Pemprov Jatim. βJadi, diharapkan alat tersebut minimal dua tahunlah. Jangan sampai hilang atau rusak. Alat tersebut lebih dioptimalkan. Ini harapan saya. Semoga program olahan nanas program dari SMK Mini ini nantinya bisa jadi ikon dari sekolah ini,β pungkasnya.
Sumber: jatimtimes.com





